Wacana tentang sosok pemimpin masa depan Indonesia yang ideal akhir-akhir ini kian mengemuka. Beberapa lembaga survei maupun pengamat politik telah menyodorkan sejumlah kriteria bagi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2014.
Menurut Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI Marwan Ja'far, hal tersebut sah-sah saja sebagai suatu diskursus dan memang perlu dikemukakan. Hanya saja, kata Marwan, ada syarat yang paling penting bagi seorang capres, yaitu harus teruji dan berkeringat secara politik.
“Urusan presiden dan wakil presiden banyak bersinggungan dengan ranah dan kekuatan politik. Maka syarat pernah berkeringat secara politik menjadi sangat penting. Sebab di situlah proses dan tahapan seorang pemimpin diuji dan dibuktikan kepiawaian maupun pengalamannya dalam mengelola sekaligus menyelesaikan persoalan-persoalan politik dan kenegaraan. Berkeringat secara politik juga bisa dimaknai bahwa capres dan cawapres perlu mendapat dukungan politik secara kuat,disamping dukungan partai2 politik sesuai dg ketentuan UU yang berlaku,” tegas Marwan.
Marwan menambahkan, syarat capres dan cawapres lainnya menyangkut pengalaman, termasuk pengalaman berpolitik, yakni track record capres dan cawapres. Rekam jejak hidup tidak boleh ditutupi atau dinafikan oleh para capres dan cawapres, mengingat pada titik inilah seluruh rakyat bisa leluasa mempelajari dan menilai plus minusnya secara lebih fair.
“Ruang publik tetap harus ada untuk memlototi siapapun yang akan nyapres atau nyawapres. Ini sifatnya bebas dan terbuka, asal bertanggung jawab. Kita yakin bahwa elite parpol manapun pasti siap dengan pola ini,” kata Marwan.
Terkait batasan usia capres dan cawapres, Marwan tidak mau mempersoalkannya. Baginya, faktor usia tua capres dan cawapres tidak menjamin bahwa dia mampu memimpin bangsa dan negara menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Begitu pula bagi capres dan cawapres yang berusia muda. Karena itu, kata Marwan, kriteria tua-muda tidak perlu diperdebatkan lagi, sebagaimana kriteria sipil-militer.
“Kami setuju bahwa capres dan cawapres harus pernah berkeringat secara pollitik,punya pengaman, tidak sekedar pencitraan saja, kuat memegang prinsip, dan dicintai rakyat. Tapi lebih dari itu, capres dan cawapres juga harus mampu membuat terobosan-terobosan secara cepat, tepat, dan akurat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan negeri ini yang begitu kompleks. Itu bisa dibuktikan salah satunya melalui pernyataan atau rekomendasi yang sering disampaikannya kepada pemerintah maupun di tengah publik. Jadi, capres dan cawapres mendatang sama sekali bukan model pencitraan semata, menumpang isu-isu tertentu, memoles diri seolah-olah pro terhadap kepentingan rakyat, melainkan pernah berkeringat secara politik, kaya gagasan, dan ide cemerlang,” tandasnya.







0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !